Latest courses

3-tag:Courses-65px

Ads

  • Teknologi Digital dan Telemedicine untuk Hewan

    Pelayanan Kesehatan Hewan Modern

  • One Health Approach

    Strategi Penanganan Penyakit Zoonosis.

  • Animal Health Surveillance and Monitoring

    Strategi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Hewan.

  • Animal Health in Rural Area

    Risk Factors for Disease transmission with Poor Biosecurity Sistem

  • Ownership of Dogs in Rural Area

    Close Human-Animal Interaction that contributes to zoonosis transmission

  • Our Motto

    Kami Belajar Kami Praktek dan Menjadi Kaya

Rabu, 23 Juli 2025

Ratusan Siswa di Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya Keracunan Makanan Bergizi Gratis

Tambolaka, SEI News –Insiden keracunan massal terjadi di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (23/7/2025), setelah ratusan siswa dan siswi dari tiga sekolah menengah dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pagi hari.

Tiga sekolah yang terdampak dalam kejadian ini yakni SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, SMA Negeri 1 Kota Tambolaka, dan SMK Don Bosco Tambolaka. Gejala yang dikeluhkan para siswa antara lain pusing, mual, muntah, gatal-gatal, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan sempat pingsan.

“Saya lihat teman-teman langsung lemas, ada yang muntah-muntah dan ada juga yang pingsan di halaman sekolah,” ujar salah satu siswa SMA Negeri 1 Tambolaka yang enggan disebutkan namanya.

Petugas medis dari Puskesmas dan RSUD Reda Bolo segera diterjunkan untuk memberikan penanganan darurat di lokasi kejadian. Sejumlah siswa yang mengalami gejala berat langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBD, dr. Meryana Ndaparoka, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan sampel makanan untuk uji laboratorium. “Kami sedang melakukan investigasi terkait sumber makanan dan proses distribusinya. Dugaan sementara bisa jadi ada kontaminasi, tetapi kami menunggu hasil resmi dari laboratorium,” ujarnya.

Program Makanan Bergizi Gratis merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan status gizi peserta didik. Namun, insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius masyarakat terhadap kualitas dan pengawasan penyediaan makanan tersebut.

Bupati Sumba Barat Daya, Kornelius Kodi Mete, yang mendapat laporan langsung dari masyarakat dan sekolah, meminta agar proses distribusi MBG dievaluasi total. “Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Saya minta tim gabungan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan aparat hukum segera menindaklanjuti secara menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Khairul Saleh mengonfirmasi bahwa pihaknya telah membuka penyelidikan resmi. “Kami telah memintai keterangan dari pihak sekolah dan penyedia makanan. Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran, tentu akan ada proses hukum,” ujarnya kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi sebagian besar siswa sudah mulai membaik, namun sejumlah lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas. Pemerintah daerah diminta untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan memperketat pengawasan terhadap penyedia jasa katering untuk program makanan sekolah.

Sumber: Pikiran Rakyat

Editor: Y. Mone

Selasa, 22 Juli 2025

Perkembangan Kabakaran KMP Barcelona: Nahkoda Resmi Jadi Tersangka

 

Polisi Temukan Indikasi Kelalaian dalam Prosedur Keselamatan

Manado, SEI News – Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menetapkan nahkoda KMP Barcelona V berinisial JP sebagai tersangka dalam insiden kebakaran kapal yang terjadi Senin lalu (21/7) di perairan Talise–Manado. Penetapan ini dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan terhadap nakhoda dan seluruh awak kapal.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan bukti yang dikumpulkan, termasuk keterangan saksi dan dokumentasi kapal, kami menetapkan saudara JP sebagai tersangka atas dugaan kelalaian dalam menjalankan prosedur keselamatan pelayaran,” ungkap Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam konferensi pers di Mapolda, Selasa (22/7) malam.

Penetapan status tersangka terhadap JP dilakukan setelah diketahui bahwa sistem pemadam darurat di ruang mesin tidak berfungsi optimal dan tidak ada upaya evakuasi terorganisir dari pihak kru saat api mulai menyebar. Polisi juga menyoroti pelatihan keselamatan yang minim serta ketidaksesuaian manifes penumpang.

Pasal yang Dikenakan

JP dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian, serta pasal dalam Undang-Undang Pelayaran No. 17 Tahun 2008, khususnya terkait kewajiban nakhoda menjaga keselamatan pelayaran.

“Ancaman hukumannya bisa sampai lima tahun penjara,” jelas Kombes Abast.

Pemeriksaan ABK Masih Berlanjut

Sementara itu, 13 Anak Buah Kapal (ABK) lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui peran dan tanggung jawab masing-masing dalam pengoperasian kapal. Tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka tambahan.

KNKT Turut Selidiki Teknis Kebakaran

Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga telah mengambil sampel puing dari ruang mesin kapal yang kini telah ditarik ke Pelabuhan Bitung. Hasil investigasi teknis dari KNKT diharapkan keluar dalam dua minggu mendatang.

Keluarga Korban Desak Pertanggungjawaban

Keluarga korban kebakaran yang menyebabkan lima orang meninggal dunia menyambut baik penetapan tersangka ini, namun mendesak agar tanggung jawab tidak hanya dibebankan kepada nahkoda, melainkan juga perusahaan pelayaran pemilik KMP Barcelona V.

Sebagaimana diketahui Kapal Motor Penumpang (KMP) Barcelona V mengalami kebakaran hebat di perairan antara Talise dan Manado, Sulawesi Utara, Senin (21/7) siang. Peristiwa tragis ini menyebabkan lima orang meninggal dunia dan ratusan lainnya dievakuasi dengan selamat.